Pantun

Buah manggis di tepi rawa
Sudah matang harum baunya
Wajah manis siapa yang punya
Tentunya yang baik hatinya

Ketika tinta telah jadi noda
Air pun cukup tuk menghapusnya
Ketika jiwa telah jatuh cinta
Duniapun terasa bagai di Syurga

Bila tali sudah terpasang di layang
Bersiaplah ke depan untuk berlari dan melompat
Bila hati kering lagi gersang
Bacalah Al-Qur’an, Dzikir, dan Sholawat

Memanah kelinci di parangtritis
Menjadi bahan dasar opor dan tumis
Melangkah pasti di hari kamis
Menahan diri, sabar dan optimis

Seutas gandum di dalam bambu
Menjadi simpanan hari tuamu
Seulas senyum di raut wajahmu
Menjadi syurga bagi saudaramu

Burung gelatik terbang di persawahan
Makan padi habis enam lahan
Sahabatku yang cantik dan juga tampan
Selamat pagi salam perjuangan

bunga cempaka tumbuh dihimpitan batu
menjulang tinggi mengikuti alur kayu
siapa sangka aku tertarik padamu
terbayang selalu senyum manis diwajahmu

jualan batik disebelah toko roti
baru duduk sudah ada yang membeli
hujan rintik2 di syubuh hari
membuatku mabuk ingin tidur lagi

About choiruddinasik

seorang musafir fana

Posted on Maret 21, 2012, in SASTRA and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: