Hakikat Doa

Bila hati sempit terhimpit sakit, tidak ada pintu penghiburan kecuali doa.

Bila jiwa didekap gelap pengap, tiada cahaya menerangi batin, kecuali dia.

Bila tantangan menghadang di hadapan, tidak ada pedang kelewang tajam kecuali doa.

Dan bila jiwa dibadai kebahagiaan, tidak ada ucap syukur paling menjulang kecuali doa.

Doa adalah senjatanya orang mukmin, tiangnya agama cahaya langit dan bumi yang menerangi hati, para perindu ridha Ilahi.

Ketika sebongkah hati didera gelisah dipeluk keheningan malam yang putih, rintihan doa dengan harap dan cemas mampu menggetarkan jiwa seseorang yang tetesan air matanya berlinang dipipinya. indah, lapang, lepas, dan sebersit harapan yang tertunda masih tetap dia nantikan. Doa benar-benar merupakan cinta kasih Allah SWT kepada manusia. tidak dapat dibayangkan seseorang yang tidak dibekali doa, kemanakah harapan harus diarahkan, kepada siapakah rintihan hati disampaikan?

Karenanya doa adalah kunci harapan bagi para pengembara fana yang terguncang bimbang, jiwanya terhimpit sakit, tertindih pedih didera deru debu dunia.

About choiruddinasik

seorang musafir fana

Posted on Maret 7, 2012, in Mahabbah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: