jangan lupakan aku

Saat kau bangun pagi hari, AKU memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepada-KU, walaupun hanya sepatah kata meminta pendapat-KU atau bersyukur kepada-KU atas sesuatu hal yang indah yang terjadi dalam hidupmu hari ini atau kemarin….
Tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi kuliah. AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap, AKU tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapa-KU, tetapi engkau terlalu sibuk!
Di suatu tempat, engkau duduk di sebuah kursi selama lima belas menit tanpa melakukan apapun. Kemudian AKU melihat engkau menggeerakkan tanganmu. AKU berfikir engkau akan berbicara kepada-KU tetapi engkau ternyata mengambil HP dan menghubungi seorang teman untuk mendengarkan ceritamu.
AKU melihatmu ketika engkau pergi kuliah dan AKU menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu AKU berfikir engkau terlalu sibuk mengucapkan sesuatu kepada-KU. Sebelum makan siang AKU melihatmu memandang sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepada-KU, itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu. Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut nama-KU dengan lembut sebelum menyantap rizki yang AKU berikan, tetapi engkau tidak melakukannya….
Masih ada waktu yang tersisa! AKU berharap engkau akan berbicara kepada-KU, meskipun saat engkau pulang ke rumah, kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan.
Saat tidur, KU pikir kau merasa terlalu lelah, kau begitu saja melompat ketempat tidur dan tertidur tanpa sepatahpun nama-KU, kau sebut. Padahal engkau menyadari bahwa AKU selalu hadir untukmu.
AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari. AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain. AKU sangat menyayangimu, setiap hari AKU menantikan sepatah kata, do’a, pikiran atau syukur dari hatimu.
Keesokan harinya … engkau bangun kembali dan kembali AKU menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberiku sedikit waktu untuk menyapa-KU…
Tapi yang KU tunggu tak kunjung tiba… tak juga kau menyapa-KU. Subuh… Dzuhur… Ashar… Magrib… Isya dan Subuh kembali, kau masih mengacuhkan AKU! Tak ada sepatah kata, tak ada seucap do’a, tak ada rasa, tak ada harapan dan keinginan untuk bersujud kepada-KU…
Apa salahKU padamu, wahai Ummat-KU? Rizki yang KU limpahkan, kesehatan yang KU berikan, harta yang KU relakan, makanan yang KU hidangkan, apakah hal itu tidak membuatmu ingat kepada KU?
Percayalah AKU selalu mengasihimu, dan AKU tetap berharap suatu saat engkau akan menyapa-KU, memohon perlindungan -KU, bersujud menghadap-KU… Yang selalu menyertaimu setiap saat.

About choiruddinasik

seorang musafir fana

Posted on Oktober 14, 2010, in Mahabbah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: